This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 31 Juli 2015

Perbedaan

The difference was very beautiful....
Gue mau ngebahas "Perbedaan". Yes, difference. 
I'm not going to discuss about religion, okay ..

Ini kisah nyata ya, terjadi di lingkungan perumahan gue di Gianyar. Di sana sekarang memang mayoritas muslim, tapi kebanyakan sih ngontrak. Gue sih gak terlalu akrab, maklum jarang di rumah... I was always busy outside the home. Gue kan wanita karir, hahahaa...

Jadi ceritanya gini, tetangga gue dulunya kan hindu trus nikah sama orang muslim jadi dia sekarang muslim, kan otomatis anak-anaknya juga. Nah, di perumahan gue itu kan yang kaum muslim mendirikan kayak musola kecil gitu buat anak-anak belajar mengaji. Si tetangga gue ini sebut saja bu Adi ngajak anaknya yang sulung buat ikut belajar di musola itu, soalnya kan dia gak bisa ngaji jadi gak ada yang ngajarin di rumah.

Singkat cerita nih ya, sebut saja nama anaknya Adi. Dia cerita ke ibunya kalau di tempat ngaji dia sering di ejek karena dia nulis pake tangan kiri (kidal). Menurut gue sih gak apa-apa, no problem anak-anak kan emang suka gitu. Tapi si Adi bilang gurunya juga ngeledek gitu, dibilang tangan setan. Ya ampun, kok malah gurunya yang ngajarin kayak gitu. Maybe he is tired. Jelas bu Adi gak tinggal diam. Jadi ya dia langsung ke tempat ngaji itu buat ngedamprat guru anaknya. 

Entah apa yang terjadi setelah itu, gue gak tau.. hahahahaa.... Maklum ini tanpa narasumber, jadi secara tidak langsung terngiang di telinga gue ada suara ibu-ibu yang lagi emosi. Ya udah gue hayati.. Dan, inilah hasilnya... hahahaaa.....

Menurut gue seharusnya nih ya,, si guru can give briefing to students. Apalagi kan beliau mengajarkan pelajaran agama, mestinya bisa dijadiin contoh yang baik buat anak didiknya. Tapi ya mungkin dia khilaf. Entahlahh....

Rabu, 29 Juli 2015

pesan untuk pak bos

Kami gak keberatan kalo disuruh kerja lebih awal atau pulang terlambat, asalkan jelas tujuannya dan udah pasti. Gak kayak hari ini, kami stand by dari jam 8 pagi tapi kenyataannya tamu yang kesini jam 12 siang.
Menurut saya itu sangat tidak efisien. Jadi kesannya buang-buang waktu yang lagi 1 jam itu. Harusnya saya bisa sembahyang dan sarapan dengan tenang.

Padahal kalo kami masuknya jam biasa gak ada masalah deh kyknya pak. Toh tamunya masih ada acara di ruangan lain. Staf yang lain juga selow aja jam kerjanya kyk hari-hari biasa.

Yang paling membuat kecewa adalah itu tamu (pejabat) gak nyapa kami. Menurut saya beliau kurang bersahabat. Jadi saya gak terlalu respect. Pengen sih nyebut namanya, tapi gak ah nanti pencemaran nama baik. Bisa kena UU ITE hahaha....

Kalo bisa, besok-besok ngasi kerjaan yang gak bikin kami jadi gak mood ya pak... Biar kami juga enak, jadi kan sama-sama enak kita.. hahahahahaaaa